Sabtu, 26 November 2016

RUGI KALAU TIDAK MENONTON VIDEO INI.!! PERJUANGAN SUAMI YANG MENJAGA ISTRINYA.. LIHATLAH APA YANG DI LAKUKANYA, AKAN MEMBUATMU TERKEJUT...

RUGI KALAU TIDAK MENONTON VIDEO INI.!! PERJUANGAN SUAMI YANG MENJAGA ISTRINYA.. LIHATLAH APA YANG DI LAKUKANYA, AKAN MEMBUATMU TERKEJUT...

Para Suami, para Istri ataupun para calon suami istri, perlu kalian tau bahwa ini yaitu satu cerita 'tragis' dalam kehidupan berumah­tangga. Saya yakin kalian kelak pasti akan menyesal dan terpaksa membaca ulang dari awal bila melupakan satu kalimat saja dalam kisah yg saya tulis ini.

Semua berawal dari sebuah rumah mewah di pinggiran desa, yg mana hiduplah di sana sepasang suami istri, sebut saja Pak Andre serta Bu Rina. Pak Andre adalah anak tunggal keturunan orang terpandang di desa itu, sedangkan Bu Rina yaitu anak orang biasa.

Namun demikian ke-2 orang tua Pak Andre, begitu menyayangi menantu satu­ satunya itu. Karena selain rajin, patuh dan taat beribadah, Bu Rina juga telah tak punya saudara dan orang tua lagi.

Mereka semua menjadi salah satu korban gempa beberapa tahun yg lalu.

Sekilas orang melihat, mereka adalah pasangan yg sangat harmonis.

Para tetangganya pun tahu bagaimana mereka dahulu merintis usaha dari kecil untuk meraih kehidupan mapan seperti sekarang ini.

Sayangnya, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun saat sepuluh th. umur pernikahannya, mereka belum juga dikaruniai seorang anakpun.

Mengakibatkan Pak Andre putus asa hingga walau masih sangat cinta, dia berniat untuk menceraikan sang istri, yg dianggabnya tak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasi.

Setelah melalui perbincangan sengit, dengan sangat sedih serta duka yg mendalam, akhirnya Bu Rina juga menyerah pada keputusan suaminya untuk tetaplah bercerai.

Sambil menahan perasaan yg tak menentu, suami istri itupun menyampaikan gagasan perceraian itu pada orang tuanya. Orang tuanya juga menentang keras, begitu tak setuju, namun tampaknya keputusan Pak Andre telah bulat. Dia tetap akan menceraikan Bu Rina.

Setelah berdebat cukup lama dan alot, akhirnya dengan berat hati ke-2 orangtua itu
menyetujui perceraian tersebut dengan satu syarat, yaitu agar perceraian itu juga
diselenggarakan dalam satu pesta yg sama besar seperti besarnya pesta saat mereka menikah dulu.

Karena tidak ingin mengecewakan ke-2 orang tuanya, maka persyaratan itu
pun disetujui.

Beberapa hari lalu, pesta diselenggarakan. Saya berani sumpah kalau itu yaitu satu pesta yg sangat tak membahagiakan untuk siapapun yg hadir.

Pak Andre nampak tertekan, stres dan selalu menenggak minuman beralkohol hingga mabuk dan sempoyongan.

Sementara Bu Rina terlihat selalu melamun serta sesekali mengusap air mata nelangsa di pipinya.
Di sela mabuknya itu tiba­tiba Pak Andre berdiri tegap serta berkata lantang, " Istriku, waktu anda pergi kelak... ambil saja serta bawalah dan semua barang bernilai atau apa pun itu yg anda suka serta anda sayangi selama ini..! "

Setelah berkata demikian, tak lama kemudian ia semakin mabuk serta akhirnya tidak sadarkan diri.

Keesokan harinya, seusai pesta, Pak Andre terbangun dengan kepala yg masih berdenyut denyut berat.

Dia terasa asing dengan kondisi disekelilingnya, tidak banyak yg dikenalnya
kecuali satu.

Rina istrinya, yg masihlah sangat ia cintai, sosok yg sepanjang bertahun­tahun ini
temani hidupnya. Jadi, dia juga lalu bertanya, " Ada dimakah saya..? Sepertinya ini bukan kamar kita..? Apakah saya masih mabuk dan bermimpi..? Tolong jelaskan... "

Bu Rina pun lalu menatap suaminya penuh cinta, serta dengan mata berkaca dia menjawab, " Suamiku... ini dirumah peninggalan orang tuaku, serta mereka itu beberapa tetangga.

Kemaren anda bilang di depan semua orang kalau saya bisa membawa apa saja yg saya mau dan saya sayangi. Dan perlu kamu tahu, didunia ini tak ada satu barang juga yg bernilai dan saya cintai dengan sepenuh hati kecuali anda. Karena itulah kamu sekarang kubawa dan kemanapun saya pergi. Ingat, anda telah berjanji dalam pesta itu..! "

Dengan perasaan terkejut setelah tertegun sejenak serta sesaat tersadar, Pak Andre juga lalu bangun dan kemudian memeluk istrinya erat dan cukup lama sambil terdiam.

Bu Rina pun hanya bisa pasrah tanpa dapat membalas pelukannya. Ia biarlah ke-2 tangannya tetap lemas, lurus sejajar dengan badan kurusnya.

 " Maafkan saya istriku, saya sungguh bodoh dan tak mengerti bahwa ternyata
sebegitu dalamnya cintamu untuk aku. Sehingga walau saya telah menyakitimu dan
berniat menceraikanmu sekalipun, anda masih tetap mau membawa dan diriku
bersamamu dalam keadaan apapun... "

Kedua suami istri itupun akhirnya ikhlas berpelukan serta saling bertangisan melampiaskan penyesalannya masing­masing. Mereka akhirnya mengikat janji (lagi) berdua untuk tetap saling menyukai hingga ajal memisahkannya. Yup... till death do apart..! Subhanallah...

Tahukah kalian, apa yg bisa kita tekuni dari kisah diatas? Bila menurut Kang Sugeng sih begini, tujuan utama dari satu pernikahan itu tidak cuma untuk membuahkan keturunan, walau disadari mendapatkan buah hati itu yaitu dambaan setiap pasangan suami istri, namun sebenarnya masih banyak hal­hal lain yg juga butuh diselami dalam hidup berumahtangga.

Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali maksud kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling menyukai, sama-sama melindungi baik dalam kondisi sukai maupun duka. Melalui kesadaran itu, apa pun kondisi rumah tangga yg kita jalani bakal menemukan suatu solusi. Sebab sistem menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang saat hadapi satu masalah, sebenarnya adalah salah satu kunci keharmonisan rumah tangga kita.

 " Harta dalam rumah tangga itu bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi yg dimiliki, tetapi dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yg ada dalam keluarga tersebut . Maka jagalah harta keluarga yg begitu berharga itu..! "

↓ SILAHKAN BERGABUNG BERSAMA SAHABAT ISLAM ↓

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.